
GenPI.co Banten - Lari dan jalan kaki merupakan olahraga yang sangat sederhana dan paling digemari masyarakat. Kedua aktivitas fisik ini memiliki segudang manfaat bagi tubuh, seperti: menurunkan berat badan, tekanan darah dan kolesterol. Lari dan jalan kaki mampu meningkatkan mood, mengurangi risiko kanker, diabetes, dan penyakit jantung.
Meski memiliki manfaat yang nyaris sama, manakah olahraga yang lebih sehat di antara keduanya? Diketahui, Mekanisme jalan kaki sedikit agak berbeda dengan lari. Berikut perbedaan lengkap olahraga lari dan jalan kaki:
Sudut lutut
BACA JUGA: Sebaiknya Hindari! 9 Makanan Ini Bikin Anda Cepat Tua
Lari lebih melelahkan untuk lutut Anda daripada berjalan kaki karena lutut akan tertekuk lebih banyak ketika berlari. Kondisi ini bertujuan untuk meningkatkan kekuatan yang dibebankan ke tanah selama berlari.
Kecepatan maksimum
BACA JUGA: Cabai Terpedas Ini Bikin Kamu Sehat dan Punya Imun Bagus, Simak
Berlari cenderung mencari kecepatan maksimum dibanding berjalan kaki. Jika dihitung matematis, rata-rata kecepatan orang normal saat berjalan kaki sekitar lima kilomete perjam. Akan tetapi, jalan cepat dan brisk walking bisa mencapai kecepatan delapan kilometer perjam.
Kecepatan yang membuat seseorang lebih nyaman berlari dibanding jalan kaki disebut ‘break point dengan kecepatan antara 6,5 kilometer per jam hingga delapan kilometer per jam.
BACA JUGA: Khasiat Luar Biasa Kacang Kedelai, Lebih Sehat dari Daging Merah
Kontak dengan tanah
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News