
GenPI.co Banten - Perajin tahu dan tempe di Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, memutuskan untuk mogok produksi.
Hal itu disampaikan Ketua Asosiasi Tahu Tempe Kabupaten Lebak, Mad Soleh di Lebak, Sabtu (19/11).
Mad Soleh menyebutkan, keputusan tersebut disebabkan karena harga kedelai yang meroket dari Rp 420 ribu menjadi Rp 700 ribu per karung dengan berat 50 kilogram (kg).
BACA JUGA: Polisi Tangkap Pengedar Narkoba Jenis Ganja di Lebak
"Kami mogok produksi selama tiga hari, dari Sabtu (19/11) sampai Senin (21/11)," katanya.
Sebenarnya para perajin tahu dan tempe di Lebak mengaku cukup berat untuk mogok produksi.
BACA JUGA: Polisi Tangkap Penipu di Lebak, Korbannya 3 Warga Badui
Ini karena bakal terjadi kerugian besar jika mereka memutuskan untuk mogok.
Selain itu, dampak dari mogok tersebut bakal membuat pengusaha, pekerja, pedagang pengecer, pedagang bakulan, pengemudi, hingga buruh panggul kayu bakar menganggur.
BACA JUGA: Ada Gelombang Tinggi di Selat Sunda, Warga Lebak Diminta Tak Beraktivitas
Mengingat perputaran uang dari produksi tahu dan tempe mencapai ratusan juta per hari.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News