
Dari jumlah tersebut, kerajinan masyarakat Badui yang berupa kain tenun, tas koja, lomar, hingga selendang juga termasuk dalam UMKM yang ikut diberdayakan.
Capaian dari UMKM tersebut, kata Abdul, tidak dapat dipandang sebelah mata. Karena, beberapa dari UMKM tersebut sudah bersekala internasional.
Abdul mencontohkan, kerajinan griya dari bambu di Pasir Ona Rangkasbitung telah menembus pasar Eropa. Produksi gula aren, juga telah punya banyak peminat di Australia.
BACA JUGA: Pasar Tenun Badui Menggeliat, Wow, Sebegini Penghasilan Perajin
Sedangkan yang masuk di sekala domestik adalah abon ikan, pisang sale, kerupuk emping, keripik paria dan kopi kupu-kupu.
"Kita setiap tahun meningkatkan diversifikasi produk untuk meningkatkan kualitas sehingga dapat bersaing pasar, " katanya. (ant)
BACA JUGA: Dinkop Sebutkan Keuntungan UMKM Gabung Koperasi, Apa Saja?
Kalian wajib tonton video yang satu ini:
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News