
GenPI.co Banten - Edi Bonetksi, seniman lukis sekaligus kurator lomba mural menilai, event yang digelar Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Tangerang adalah cara pemda merangkul seniman jalanan di wilayahnya.
Bonetski menilai, gelaran lomba tersebut merupakan program baru yang dilaksanakan pemerintah daerah Kota Tangerang. Menurut Bonetski, program semacam ini perlu diperhatikan oleh pemerintah daerah.
“Kalau artistik kota itu dekat hubungannya dengan kaum muralis, kaum grafiti, kaum street artis. Jadi mulailah diubah pendekatan baru infrastruktur, jadi infrastruktur dan culture harus seimbang,” kata Bonetski pada GenPI.co Banten, Sabtu (18/12).
BACA JUGA: Dispora Gelar Lomba Mural, Harapan Wali Kota Tangerang Boleh Juga
Sebelumnya, ungkap Bonetski, acara mural semacam ini sudah lebih dulu dilakukan dibeberapa kota besar, Solo, Jogja, dan Bandung.
Melalui acara ini juga, lanjut Bonetski, pemerintah bisa memberikan wadah bagi seni di tengah publik karena negara menjamin dan ada anggarannya.
BACA JUGA: Hari Jadi Kota Lebak ke-193, Pemda Gelar Lomba Lari Multatuli Run
Bonetksi juga berharap, bahwa karya yang dihasilkan dari lomba tersebut, bisa mendapat konservasi lagi dari pihak penyelenggara.
“Nah makanya konservasi itu, direstorasi lagi lah, diperbaiki lagi. Itu namanya berdialog dia (gambar). Kan kita (orang di luar seniman) berdialognya ngomong, tapi kalau dia (seniman) dengan karya. Bisa jadi dia (seniman) cuma garis doang, gitu,” ucapnya.
BACA JUGA: Wilayah Lebak dan Kota Tangerang Diminta Waspada Hujan Deras
Sementara itu, Koordinator Acara Lomba Mural Romi Abidin mengatakan bahwa acara tersebut adalah salah satu respon pemerintah kota Tangerang atas maraknya aksi vandalis.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News