
GenPI.co Banten - Rasanya sulit untuk melupakan insiden atau peristiwa yang pernah memberikan bekas luka pada hati, utamanya setelah Anda disakiti seseorang. Perasaan berkecamuk antara mencoba berdamai dengan emosi atau memafkannya. Akhirnya, kemarahan yang berlangsung lama terpendam dalam hati berubah menjadi dendam.
Dendam adalah sebuah kondisi dimana Anda ingin membalas perbuatan atas konsekuensi yang orang lain lakukan. Padahal, memaafkan lebih baik daripada membalasnya.
Tahukan Anda jika menyimpan dendam akan membuat lelah sendiri. Belum hubungan Anda dengan orang sekitar berisiko rusak. Emosi Anda juga bisa mengganggu kesehatan jika terjadi dalam waktu lama.
BACA JUGA: Berikut 10 Cara Mengontrol Rasa Marah Agar Tidak Berlebihan
Ini lima bahaya menyimpan dendam bagi tubuh:
Mengubah susunan hormon otak
BACA JUGA: Berikut 4 Penyebab Pasangan Sering Marah, Nomor 4 Paling Bahaya
Fungsi otak untuk berpikir dipengaruhi dua horman kortisol dan hormon oksitosin yang saling berkaitan tetapi juga bisa berlawanan. Kortisol dilepaskan saat kita berada di bawah tekanan mental besar, seperti saat menyimpan dendam. Sementara Oksitosin diproduksi ketika Anda memaafkan dan saat berdamai dengan diri kita maupun orang lain.
Memicu gaya hidup tidak sehat
BACA JUGA: Pacar Anda Disukai Orang? Jangan Langsung Marah, Lakukan Cara Ini
Penyakit kronis bisa timbul karena terlalu lama menyimpan dendam. Anda bahkan bisa mengabaikan kondisi kesejatan karena stress berat yang dipicu oleh rasa dendam. Sebuah studi menyebut orang cenderung akan meroko atau makan makanan cepat saji karena kondisi temperamental akibat dendam. Ini akan memunculkan penyakit diabetes melitus.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News