GenPI.co Banten - Ketika hati sudah tidak seirama, merasa hubungan yang Anda jalani mulai toxic. Maka jangan ragu untuk memikirkan cara paling tepat mengakhiri hubungan.
Namun, itu semua akan mudah ketika pasangan juga merasakan hal yang sama dan setuju untuk mengakhiri hubungan.
Lantas bagaimana jika pasangan Anda berpikir sebaliknya dan merasa hubungan kalian masih bisa diperbaiki dan tidak menghendaki putus dengan Anda?
Ya, akhir hubungan memang menyakitkan. Tapi, memaksakan hubungan akan lebih menyakitkan di hari depan dan akan lebih menyakiti pasangan.
Anda tidak bisa membohongi diri untuk pura-pura mencintai seseorang hanya karena tak ingin menyakitinya. Itulah sebabnya putus bukanlah hal yang simpel.
Lalu, bagaimana cara meminta putus yang terbaik:
1. Katakan sebenarnya secara baik-baik
Jika hubungan yang sudah mulai tidak asik dan toxic, tidak ada salahnya mengakhiri hubungan? Tidak mudah memang.
Sebenarnya Anda bisa saja langsung menghilang dari pasangan, langsung menelponnya dan mengatakan semua telah usai. Tapi, pikirkan lagi untuk putus dengan cara tidak baik.
Dilansir dari Time, Rachel Sussman, seorang psikoterapis dari New York sekaligus penulis The Breakup Bible mengatakan, banyak orang yang merasa stres dan tertekan setelah putus cinta karena mereka tidak menyelesaikan hubungan dengan benar dan menjelaskan masalah yang terjadi.
Cara agar tidak terjadi percakapan yang bertele-tele tapi menyakitkan adalah dengan tidak perlu mengemukakan semua yang Anda rasakan. Siapkan satu alasan yang masuk akal agar agar pasangan mau mengerti.
Katakan padanya jika Anda pun merasa berat harus mengambil keputusan itu.
2. Temui langsung, jangan lewat pesan atau telepon
Anda boleh saja merasa tidak cocok dengan pasangan sehingga harus mengakhiri hubungan. Namun, jangan sampai apa yang Anda inginkan tersebut jadi nampak tidak menghargai pasangan.
Untuk itu, lakukan yang terbaik, contohnya: mengajak bertemu langsung dan bukan mengutarakan maksud Anda di telepon atau chat.
Mengajak bertemu dan mengutarakan maksud Anda dengan cara yang baik adalah jalan untuk membuat pasangan Anda merasa dihargai.
3. Akhiri hubungan sampai tuntas
Hal penting selanjutnya adalah memastikan hubungan Anda benar-benar tuntas. Karena banyak kejadian usai menganggap putus, tapi pasangan Anda merasa hubungan itu belum berakhir dan hanya menganggapnya “rehat” sementara.
Terlebih lagi jika dia datang lagi menemui ketika Anda sudah memiliki pasangan lain. Oleh karena itu, hal penting yang harus dilakukan adalah memastikan ke pasangan Anda bila kalian benar-benar telah selesai.
4. Dengarkan jawabannya dan beri ia kebebasan bagaimana menghadapinya
Ketika Anda bermaksud meninggalkan pasangan, tentu ia akan merasa sedih. Untuk itu, hargai pasangan Anda dengan menerima segala respon darinya. Karena, sebagai orang yang meninggalkan lebih mampu menghadapi perpisahan ketimbang orang yang (merasa) ditinggalkan.
Jika ia menolak untuk putus, coba cari waktu lain untuk membicarakan kembali ajakan Anda untuk mengakhiri hubungan. Karena mungkin pasangan Anda merasa butuh untuk menenangkan diri dan berusaha menerima kenyataan.
Selain itu, biarkan pasangan Anda yang menentukan kapan kalian bisa kembali berteman. Jika dia enggan berteman lagi dengan Anda, itu harus Anda hargai sebagai konsekwensi Anda yang telah meminginkan putus. (hellosehat)
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News