Usai Memaafkan Pasangan yang Selingkuh, Anda Perlu Lakukan Ini

18 Oktober 2021 20:00

GenPI.co Banten - Di dalam hubungan percintaan, selingkuh adalah perbuatan yang sulit dimaafkan. Perbuatan ini menimbulkan trauma berkepanjangan bagi korban.

Sasaat mengetahui pasangan selingkuh, dunia terasa runtuh dan pasti sangat kecewa. Rasanya hari-hari yang dijalani begitu berat dan menyesakkan.

Pada saat itu, tentu akan diputuskan akan melanjutkan hubungan atau harus selesai sampai di sini.

BACA JUGA:  3 Tanda Pasangan Selingkuh Sering Terlihat Jelas Banget

Apakah mungkin hubungan bisa dilanjutkan pascaperselingkuhan?

Keputusan untuk mengakhiri atau melanjutkan hubungan yang telah dinodai perselingkuhan itu tidak mudah. Hubungan yang dijalani dan segala persoalan yang ada di dalam hubungan itu jadi nampak begitu kompleks. Terutama untuk pasangan yang sudah memiliki anak atau mungkin hubungan sudah diketahui oleh keluarga kedua belah pihak.

BACA JUGA:  3 Alasan Wanita Selingkuh yang Jarang Disadari Para Pria

Oleh karena itu, sebaiknya keputusan melanjutkan atau mengakhiri hubungan harus dengan pertimbangan yang matang. Selain itu yang tidak kalah penting adalah mengetahui risiko keputusan tersebut.

Mengakhiri hubungan memang tidak salah. Apalagi jika kasus perselingkuhan tersebut sudah terjadi berulang kali.

BACA JUGA:  Pria Tukang Selingkuh Memiliki IQ Rendah? Ini Kata Psikolog

Namun, bila hubungan masih bisa diperbaiki dan pelaku perselingkuhan mau berubah dan berjanji tidak mengulangi, tentu tidak ada salahnya memulai kembali.

Jika Anda memutuskan berhenti, maka yang harus dilakukan adalah segera move on dan melanjutkan hidup. Tapi jika Anda memutuskan untuk memaafkan dan melanjutkan hubungan, simak tips berikut:

1. Jujur

Jujur adalah cara paling tepat untuk bangkit dan mengembalikan kepercayaan yang telah hancur. Jujur harus dilakukan kedua pihak agar saling mengerti apa yang dirasakan.

Jika Anda adalah korban, tidak ada salahnya mengutarakan rasa sakit kepada pasangan dan luka batin Anda. Tidak ada gunanya menyimpan segala keresahan sendirian karena akan membuat Anda stres dan depresi.

Sedangkan bagi pasangan yang berselingkuh, ia harus bersedia menerima keluh kesah sebagai ganti atas apa yang telah dilakukan.

2. Buat peraturan

Sikap lebih posesif dari pasangan yang jadi korban perselingkuhan adalah hal yang wajar. Sikap ini adalah bentuk mempertahankan diri serta upaya agar tidak terulang lagi.

Untuk itu perlu ada aturan yang jelas yang perlu disepakati bersama. Salah satu peraturan yang kerap dibuat adalah selalu siap menjawab telepon meski sedang sibuk. Selain itu, Anda harus diperbolehkan mengecek isi ponsel pasangan dan aktivitas media sosial.

Hal ini penting dilakukan untuk membangun kembali kepercayaan yang telah hancur. Namun apabila masih sulit untuk mempercayai pasangan, ada baiknya mengakhiri hubungan.

3. Saling berbagi tanggung jawab

Kedua pasangan harus menyadari bila harus ada upaya saling membantu. Pelaku perselingkuhan harus mau menanggung kesalahannya apa pun konsekwensinya. Sedangkan untuk orang yang jadi korban perselingkuhan, coba bantu dia untuk keluar dari masalah yang ia alami.

Karena usai perselingkuhan, pasangan Anda juga harus mengakhiri hubungan dengan selingkuhannya serta masalah yang mengikuti di kemudian hari.

Intinya, kedua pasangan sama-sama punya tanggung jawab untuk membangun hubungan yang lebih baik depan. (hellosehat)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Citra Dara Vresti Trisna

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co BANTEN