Waduh, Perajin Tahu Tempe Mogok, Ribuan Penjual Gorengan Nganggur

Waduh, Perajin Tahu Tempe Mogok, Ribuan Penjual Gorengan Nganggur - GenPI.co BANTEN
UMKM di Kabupaten Lebak yang menjual gorengan menganggur akibat perajin tempe tahu mogok produksi. Foto: Antara.

GenPI.co Banten - Mogok produksi massal dari pengusaha tempe dan tahu di berbagai daerah berdampak pada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Lebak.

Aksi mogok untuk menuntut pemerintah memberikan subsidi kedelai impor ini menciptakan kelangkaan tempe dan tahu di berbagai daerah.

“Aksi mogok perajin tahu tempe itu ternyata berdampak terhadap pedagang gorengan,” kata Maryati (55), pelaku usaha asal Rangkasbitung, dikutip dari Antara, Senin (22/2).

Dia yang setiap harinya berjualan tahu dan tempe goreng kini menganggur karena tidak ada pedagang yang berjualan tahu dan tempe.

Menurutnya, di tempat dia berbelanja tempe tahu pada dini hari sudah tidak lagi berjualan.

“Kami merasa bingung tahu tempe menghilang akibat aksi mogok perajin kedelai itu,” keluhnya.

Kerugian yang dia derita selama tiga hari tidak berjualan adalah Rp450 ribu di mana pendapatan tersebut biasanya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Dia pun juga berharap hal yang sama dengan perajin tahu tempe agar pemerintah memberikan bantuan subsidi kedelai impor agar perajin kembali berproduksi.

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Berita Selanjutnya