Kelompok Aliran Sesat di Cisoka Diawasi MUI Tangerang

16 Februari 2023 14:00

GenPI.co Banten - Kelompok aliran sesat di wilayah Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang, Banten, akan diberikan pembinaan.

Hal itu disampaikan Sekretaris Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tangerang, Nur Alam di Tangerang, Rabu (15/2).

Saat ini pihaknya telah memberikan pembinaan terhadap kelompok tersebut agar tidak menyimpang dari Syariat Islam.

BACA JUGA:  Cegah Kasus Kanker Serviks Meningkat, Kota Tangerang Gelar IVA Test Gratis

"Yang pasti sampai hari ini, pengikutnya dari wilayah Balaraja, Cisoka itu dalam tahap pembinaan majelis ulama. Makanya sampai sekarang juga masih dipantau dan dibina," ujarnya.

Pihaknya sendiri sudah meminta kelompok aliran sesat pimpinan seorang pria bernama Aliyudin untuk membuat pernyataan bersalah dalam memahami ajaran Islam.

BACA JUGA:  DPRD Tangerang Minta Pemkab Prioritaskan Pembangunan Infrastruktur Tigaraksa

Selain itu, kelompok itu juga berjanji tidak akan menyebarkan ajaran yang bertentangan dengan Syariat Islam.

"Dan atas kekeliruan-nya itu juga mereka sudah mengakui kesalahannya dan mengakui kekeliruannya, dan sudah meminta maaf kepada masyarakat," katanya.

BACA JUGA:  Sistem Pemantau Lalu Lintas di Pasar Kemis Tangerang Mulai Diuji Coba

Dari hasil investigasi tim di lapangan, kelompok pimpinan Aliyudin itu keliru melaksanakan dan mengamalkan Syariat Islam.

"Jadi pada dasarnya kalau setelah investigasi, setelah dikaji, memang tidak ada hal yang masuk kriteria aliran sesat,” tuturnya.

“Hanya memang salah kaprah di dalam melaksanakan ritual saja, tidak ada guru, tidak ada mursyid  jadi salah dalam melaksanakan ritual saja," sambungnya.

Warga Kabupaten Tangerang pun diminta untuk membuka diri dan meluruskan ajaran yang dinilai menyimpang hingga menimbulkan keresahan.

Keberadaan ajaran aliran sesat tersebut ditemukan di Desa Cibugel, Kecamatan Cisoka, Kabupaten Tangerang.

Hal itu diungkapkan Camat Cisoka, Encep Sahayat di Tangerang.

Temuan aliran sesat tersebut berawal dari informasi warga setempat.

Kemudian, pihaknya bersama instansi terkait langsung memeriksa lokasi tersebut.

"Setelah melakukan koordinasi kita langsung mendatangi tempat pimpinan Aliyudin di Kampung Cibuluh. Kemudian kami melihat langsung tempat ritual seperti apa. Dan betul di situ ada makam (tempat dijadikan ritual)," katanya.

Dari hasil penelusuran, pihaknya menemukan ruangan yang berisi makam.

Namun, makam tersebut bukan makam sungguhan, tetapi dibuat oleh pimpinan aliran tersebut.

"Dipastikan itu bukan makam sungguhan. Karena itu buatan sendiri dari Aliyudin. Dan setelah itu mereka pun melakukan pembongkaran," ujarnya.

Setelah berkoordinasi dengan sejumlah tokoh agama, pihaknya langsung menghentikan dan membongkar makam yang menjadi tempat ritual tersebut.

"Yang bersangkutan (pelaku) menyadari apa yang dilakukannya itu tidak sesuai dengan kaidah Islam sebagaimana seharusnya dilakukan itu. Selanjutnya, setelah mendengarkan beberapa pendapat dia bersedia untuk menghentikan kegiatan ritual tersebut," ungkap dia. (Antara)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Budi Yuni

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co BANTEN