IDI Kota Tangerang: Jangan Remehkan Bahaya Omicron

01 Februari 2022 00:00

GenPI.co Banten - Ketua IDI Kota Tangerang dr Emma Agustini mengingatkan masyarakat agar tidak menganggap remeh varian omicron yang mampu menyebar dengan cepat di Kota Tangerang.

Berdasarkan data dari dinkes, kasus aktif di Kota Tangerang per 30 Januari 2022, sudah bertambah 691 kasus baru dan 3.838 kasus aktif.

Menurut Emma, meremehkan varian omicron akan berdampak serius. Dia berharap dampak varian ini tidak dibedakan dengan varian lain.

BACA JUGA:  Belum Ditemukan Omicron, Satgas Covid-19 Tangerang Tetap Siaga

Karena, menurut dia, varian omicron juga sama-sama virut corona. Selain itu, varian baru ini menyebar 70 kali lebih cepat dibandingkan varian delta.

Menurut dia, varian ini akan berbahaya jika menjangkiti lansia, komorbid dan orang yang belum mendapat vaksin.

BACA JUGA:  Gawat, Dinkes Kota Serang Sebut 3 Orang Probable Omicron

“Secara klinis omicron jauh lebih ringan, ini hanya karena mayoritas sudah mempunyai imunitas dari vaksinasi,” ujar Emma, dikutip dari laman resmi Pemkot Tangerang, Senin (31/1).

Meski tergolong ringan, Emma menegaskan bila varian omicron ini memiliki dampak jangka panjang (long covid) yang berpotensi kematian.

BACA JUGA:  Waduh, 16 Sampel Diduga Omicron Dikirim ke Balitbangkes Kemenkes

Emma mengungkapkan, gejala varian omicron adalah nyeri di kepala, mual, muntah, sesak napas, diare, mudah lelah, hidung tersumbat, demam, nyeri tenggorokan, batuk kering dan tenggorokan gatal.

“Jika merasakan gejala-gejala tersebut, segera periksakan ke fasilitas kesehatan terdekat, jangan takut dan jangan menunda-nunda,” ujarnya.

Dia mengimbau, apabila gejala terjadi segera isolasi mandiri di rumah, konsumsi vitamin, cukupi kebutuhan makan makanan bergizi dan buah serta perbanyak istirahat.

Lebih jauh, Emma menyarankan agar Pemkot Tangerang meningkatkan mitigasi testing, tracing, treatment (3T) serta percepatan vaksinasi dan penerapan prokes.

“Para ahli telah menilai, dengan membiarkan omicron bersikulasi dan merajalela, akan berdampak buruk. Karena virus ini akan bereplikasi dan bermutasi menjadi varian yang lebih baru lagi,” katanya. (*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News

Redaktur: Citra Dara Vresti Trisna

BERITA TERKAIT

Copyright © 2025 by GenPI.co BANTEN