
Inilah yang kemudian membuat orang terus menonton agar dapat terangsang secara seksual. Ironisnya, ketika mereka hendak berhubungan seks, para pecandu akan kehilangan hasrat. Tanpa disadari ia membutuhkan dorongan dopamin yang lebih tinggi lagi hanya agar terangsang dengan pasangan mereka.
Mengacu dari hasil penelitian yang dipublikasikan di JAMA Psychiatry tahun 2014, menonton film porno secara teratur mampu menumpulkan respon terhadap rangsangan seksual dari waktu ke waktu.
Ironis sekali, bukan? Alasan menonton film porno agar terangsang secara seksual, tapi ketika mereka hendak berhubungan seks secara nyata, mereka justru tidak terangsang.
BACA JUGA: Green Coffee, Manfaatnya Lebih Nendang Dibanding Kopi Biasa
Selain itu, film porno disebut membuat aktivitas seksual penikmatnya cenderung menyimpang dan berbau kekerasan. Pandangan ini mendapatkan legitimasi dari penelitian yang diterbitkan di dalam Psychology Today.
Rangsangan seksual tergerus ketika menonton film porno. Sehingga di kehidupan nyata, ketika rangsangan seksual mereka minim, maka pecandu film porno tersebut terdorong melakukan berbagai hal ekstrim hanya agar mereka lebih terangsang.
BACA JUGA: Benarkah Kopi Bikin Sakit Ginjal? Pecinta Kopi Wajib Tahu Ini
Aktivitas seksual mereka menjadi semakin liar karena tidak terangsang hanya dengan hubungan seksual biasa. Jika hal ini dialami oleh generasi muda, tentu saja mereka berpikir dirinya lemah dan frustasi.
Terkait hubungan antara film porno dan kerusakan otak dijawab oleh ahli bedak otak dari AS, Donald Hilton Jr. Ia menemukan fakta bahwa pornografi adalah penyakit yang mengubah fungsi otak.
BACA JUGA: Apakah Kopi Bisa Jadi Candu? Ini Faktanya
Perubahan fisiologi terjadi ketika mereka melihat dan memasukkan gambar porno lewat mata ke otaknya. Bahkan Dr Marx Kastelmen menyebut film porno adalah visual cocain atau narkoba lewat mata.
Silakan baca konten menarik lainnya dari GenPI.co di Google News